Wahay saudaraku apa kabarmu disana??
Seiring waktu telah memisahkan kita…
Karena masa depan yang kita harapkan…
Dan kini ku telah merindukanmu..
Saudaraku,, kehidupan yang kita jalani sungguh berbeda..
Hingga kini kita terpisah dan kau jauh disana..
Kehidupan akan nasib mengantarkan kita berfikir panjang..
Dengan apa yang jalani sekarang..
Nasib telah memindahkan kita dari satu titik ketitik lainnya.. dan..
Kita telah menduduki tempat singgasana akan kemuliaan..
Tetapi.. kita mendekatinya atas nama nafsu..
Merenggut mahkota kemurnian atas kesucian jiwa..
Dan mencemari pakaian dengan perbuatan jahat kita..
Dimana kebebasanpun telah menjelma di jiwa kita..
Kita dapat berperan serta memakan yang lezat-lezat dan anggur yang kaya..
Tetapi,, kita duduk di papannya kita sangat rakus dan tamak..
Menimbun makanan untuk diri kita sendiri..
Tanpa memikirkan orang diluar sana banyak yang kelaparan dan kehausan...
Orang kaya telah membuang sifat keilahiannya.. dan..
Menggenggam emasnya erat-erat dan anak-anak muda sekarang...
Telah mengabaikan sifat keilahian mereka..
Dan mengejar kegemaran akan kesenangan pribadi..
Ingatlah bahwa keilahian adalah diri manusia yang sebenarnya..
Ia tidak bias dijual dengan emas atau tidak dapat ditimbun seperti kekayaan dari dunia sekarang..
Wahay saudaraku,,, mari kita bangun diri kita dengan keilahian..
Yang benar-benar dalam kearifan yang selalu menerangi hati dan jiwa kita dalam kesucian..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
<embed src="http://www.superpimper.com/generators/LED_Ticker_Banner/ticker-banner.swf?tickertext=[